Review Album : The Maine - Lovely Little Lonely (2017)

by - 10:52 AM

Sebetulnya hari ini bukan hari yang menyenangkan buat gue. Bahkan gue juga sempat merasakan ‘kemalasan’ buat update postingan dari album yang udah gue tunggu-tunggu sejak awal tahun ini.

 
Lovely Little Lonely

Biar ala-ala website musik kekinian, gue bikin short details dari album ini yak..

Judul Album : Lovely Little Lonely
Artis : The Maine
Tanggal Rilis : 7 April 2017
Label : 8123
Genre : Alternative, Rock
Tracks :
  1. Don’t Come Down
  2. Bad Behavior
  3. Lovely
  4. Black Butterflies and Déjà Vu
  5. Taxi
  6. Do You Remember? (The Other Half of 23)
  7. Little
  8. The Sound of Reverie
  9. Lost in Nostalgia
  10. I Only Wanna Talk To You
  11. Lonely
  12. How Do You Feel?


Berhubung gue pernah buat review album mereka sebelumnya (yang menurut gue termasuk album terbaik juga) American Candy, bisa dibaca di sini.

Sebetulnya pas gue denger The Maine mau ngeluarin album baru, gue enggak kaget sih. Udah dua tahun berlalu sejak album terakhir mereka dan rasanya udah ‘matang’ deh buat cetak album lagi. Jadi pas The Maine mulai rese ngeluarin gambar-gambar di instagram yang menggiring opini publik, gue excited lah. Secara American Candy tuh udah kayak treasure banget di antara album-album alternative sekarang. Dan gue berharap banyak dooongs di album ini. Iya dongggs. Iya kan?



Oke balik ke topik, gue dengerin ini album dua kali apa tiga kali ya, lupa deh. Tapi ketika gue nulis postingan ini, gue lagi dengerin albumnya. So far so good. Lagunya masih easy listening ala The Maine. Mereka tuh punya jenis musik yang beda lah. Setau gue, enggak ada band terkenal yang mirip The Maine. Mungkin The 1975 agak mirip ya tapi The Maine sekarang lebih ke easy listening yet still emo rock gitu. The 1975 lebih ke indie emo.

Lah tapi mirip juga tuh? Aduuuh susah jelasinnya kalau belum dengerin lagu dari kedua band itu. But personally, i would choose The Maine instead. Ini sih masalah selera ya, mungkin selera kita berbeda.

Like what i did before, gue mau review per-lagu sesuai urutan trek. Here they are.

Don’t Come Down
Great opening. The Maine trying to impress you from the beginning. Lagunya agak-agak ceria yang mengingatkan gue kayak lagu-lagu di album sebelumnya. Akustik gitarnya suka banget, yang pasti ini kerjaannya Jared dan Kennedy. Liriknya kayak lagi nonton konser dan lagi seneng-senengnya. Oh iya, yang gue suka dari lagu The Maine itu backing vocals nya. Mereka tuh enggak cuma jadiin backing vocals buat ‘menuhin suara’ si vokalis utama aja. Tapi mereka jadiin pendamping, kayak lagu American Candy. Sumpah itu lagu the best banget menurut gue, 98 dari 100 lah. Intrument dapet, lirik juga, everything’s on point! Termasuk suara si backing vocals. Nah di lagu ini juga gue suka suara backing vocal nya.

Bad Behavior


Ini nih yang dijadiin jargon sama The Maine. Music videonya sih mereka dedicated buat 8123 family (alias fans nya mereka) that’s why agak sedikit enggak nyambung sama isi lagunya. Bad Behavior itu menceritakan seseorang yang tergila-gila sama pasangannya. Doing sex everywhere, dan orang itu tau kalau ini udah jadi ‘sikap’ (yang mungkin bisa jadi kebiasaan) yang buruk juga. Si orang ini tau kalau ceweknya jadi pengaruh buruk buat dia dan dia ungkapin di lagu ini. Kalau The Maine mungkin mau ungkapin betapa sayangnya mereka dengan fans mereka yaa jadi pas mau ‘nelurin’ album baru, mereka mau berterima kasih sama fans mereka dengan music video lagu ini.

Lovely
Di album ini semua udah terkonsep rapi. Jadi pas dengerin albumnya, kayak saling nyambung menyambung gitu antara satu lagu dengan yang lain. Nah ini isinya cuma instrument musik bentar sih. Cuma 33 detik alias enggak sampai satu menit. Jadi enggak kayak ada jeda kosong dari Bad Behavior ke Black Butterflies ini yang menurut gue lebih nge-beat.

Black Butterflies and Déjà Vu
Wiih baru mulai, langsung disamber sama suara drumnya Pat aja. Berhubung namanya déjà vu, jadi lagunya berasa kayak diulang-ulang menurut gue. Isinya tentang cowok yang saking terpananya sama cewek, dia enggak bisa berkata-kata. Bahkan setelah lama enggak ketemu, terus ketemu lagi, dia masih kaku kayak gitu aja.

Taxi
Dari awal denger, gue udah naksir banget sama lagunya. The Maine sempat bocorin teaser tiap lagunya di instagram dan pas gue denger lagu ini, langsung jadi resolusi tahun 2017 gue buat dengerin ini album. Jujur pas dengerin Bad Behavior gue enggak ngerasa gimana-gimana, tapi pas denger lagu ini, they shut up my mouth. Oh iya, isi lagunya tentang pasangan yang lagi di taxi dan si pacar lagi khawatir sendiri kalau mereka tuh cuma pasangan sejenak (apa-apaan pemilihan kata gue ini?). Dan si orang ini menenangkan kalau dia tak akan meninggalkan doi sendirian.



Do You Remember? (The Other Half of 23)
Instrumen gitarnya suka banget. Isinya sih tentang pasangan yang nyaris putus kali ya. Terus si orang ini langsung nanya ‘do you remember pas kita dulu sempet melakukan hal baik dan buruk bareng-bareng buat dopamine?’ singkatnya mah gitu.

Little
Same as the one before, ini isinya instrumen musik juga. Cuma ada beberapa bait puisi gitu. Kayaknya ini lirik buatan John deh. Gue puisi Bahasa Indonesia aja suka enggak nyambung apalagi Bahasa Inggris. Jadi ya kagak usah sok deh gue buat terjemahin artinya haha

The Sound of Reverie
Lagunya masih sejenis Taxi ya. Isinya tentang si cowo yang mau ngajak pasangannya seneng-seneng. Meskipun mereka udah bukan anak 17 tahun lagi dan keadaan sudah tak seperti yang dulu.

Lost in Nostalgia
Ini juga lagunya bentar banget. Cuma satu menit 40 detik. Lagunya kayak mengajak seseorang buat bernostalgia gitu, tapi sebentar doang.

I Only Wanna Talk To You
Pas nyampe di lagu ini, gue baru sadar. Kayaknya The Maine bikin urutan lagunya sesuai dengan perjalanan hubungan seseorang deh. Dari yang awalnya seneng-seneng sampai akhirnya dibujuk buat inget masa lalu mereka (yang bahagia) pas berantem lalu ya sampai di lagu ini. Mereka udah putus dan si cowo masih berusaha buat ajak ngomong si cewe meskipun tau udah enggak ada kemungkinan mereka bersama lagi. Lagunya agak-agak deep emo gitu. Pokoknya ciri khas The Maine zaman Forever Halloween keliatan lagi lah.

Lonely
Masih instrumen musik yang dijadiin asal-usul judul album mereka ini, Lovely Little Lonely. Sedikit dark juga. Instrumen keyboard nya sih gue yakin ini kerjaannya John. Isi lagunya tentang orang yang kayak lagi berada di tempat gelap, ketakutan, sendirian. Namun dia bisa kembali lagi. Entahlah kembali ngapain.

How Do You Feel?
Kalau di lagu ini masih abu-abu isinya tentang apa. Kayaknya ada seseorang yang dearly depressed dan si orang ini nanya ‘how do you feel?’ dan minta buat cerita aja masalahnya ke dia. Dan dia minta tolong buat si orang depresi ini yakin gak sama apa yang dia rasakan? Apa nyata? Apa dia hidup meskipun tidak terlihat hidup. Kalau instrumen lagunya sih sejenis lagu-lagu yang ada di album Pioneer ya.
_________________________________________


Album ini konsepnya rapi banget. Gue suka sama penataan albumnya. Semua kayak udah direncanain banget dari jauh-jauh hari. Ini berarti The Maine udah semakin dewasa dan bijak juga dalam bermusik. Kalau lo dengerin albumnya, kayak lo enggak ngerasa udah ngelewatin dua atau tiga lagu karena lagu-lagunya saling berkaitan.

Tapi sayang banget sih gue enggak nemu lagu sejenis American Candy yang bikin gue jatuh cinta. Kayaknya American Candy emang lagu favorit gue sepanjang masa. I like everything's built in there. Sayang sih The Maine belum bisa bikin gue se-‘jatuh’ itu sama album ini.


Kalau dari jenis genre, gue mikir mereka mencampur Pioneer, American Candy, dan Forever Halloween jadi satu di sini. Ada lagu yang kesannya ceria kayak Pioneer, ada juga yang sedikit emo kayak American Candy, dan ada juga yang kesannya dark kayak Forever Halloween. Pokoknya lengkap banget.

Trek favorit yang gue suka ada: Taxi, Bad Behavior, Don’t Come Down, sama Do You Remember. The Sound of Reverie juga enak sih. Pokoknya download dulu atau enggak, streaming di Spotify (link streaming) juga bisa kok. You won’t regret it.

Penilaian gue terhadap album ini? Hmmm sok iye banget gue. Tapi kalau gue disuruh nilai, gue kasih 3.75 dari 5 kali ya. Karena menurut gue album terbaik itu masih Coming Home nya New Found Glory yang nilainya 4.5 (review di sini). Jadi kalau gue bandingin yaa nilai segitu udah mayan bingits.


Last but not least, thank you for stepping by and reading all these stuffs. See you on the next post!

These images are taken from their instagram (https://www.instagram.com/themaineband/) and twitter.

You May Also Like

0 comments

Jangan malu-malu kalau mau comment. Feel free to share thoughts!
Kecuali buat para iklan-iklan enggak jelas, you're not welcome here.