Being A Single

by - 1:09 AM

“Kok lo jomblo sih?” ucap seseorang dengan tatapan meremehkan tepat kepadaku.

.

.

PERHATIAN: Akan banyak kata-kata kasar di sini saking kesalnya gue-_- Tapi semua ini merupakan kebenaran yang harus diungkapkan *hazek*

Siapa yang pernah diginiin? Mungkin bukan cuma gue, banyak manusia di luar sana yang terdoktrin ‘jomblo abadi’ hanya karena enggak punya pacar.

Gue juga penganut budaya bebas. Bukan berarti bebas sampe frisek gitu ya tapi lebih ke pemikiran bebas. Gue itu enggak suka diatur, berusaha apa-apa sendiri, dan gue juga enggak mau ikut campur masalah orang. Hmmm mungkin lebih tepatnya gue lebih ke ‘masa bodo’ kali ya. Yang penting orang itu enggak ganggu gue sih, gue cuek aja.

Selain karena gue punya pemikiran kayak gitu, gue juga masih egois. Masih mikirin diri sendiri. Paling jauh ya mikirin keluarga gue. Dan kenapa gue single atau jomblo atau terserah apapun bahasa lo, ya itu karena gue masih kayak gitu. Selain itu gue juga enggak mau berkomitmen sama orang lain... saat ini. Yes.

Jujur gue ‘SANGAT’ terganggu dengan pemikiran orang bodoh yang ‘kalau lo enggak pacaran, lo bakal mati’. Sumpah itu orang bener-bener berotak buntu. Terus kenapa emang kalau gue enggak pacaran? Emang gue langsung sakaratul maut karena gue single? Emang lo pikir gue merana karena gue single? Emangnya gue sebodoh orang-orang yang sampai bunuh diri karena putus cinta?

Kalau lo pernah lihat tweets gue di twitter, gue emang sering galau. Tapi lo kira sebab kenapa gue galau itu gara-gara cowok? ENGGAK. SAMA SEKALI BUKAN. Gue itu galau karena pekerjaan gue, hidup yang gue sesali karena keputusan gue ‘yang salah’ waktu itu. Bukan karena urusan percintaan atau omong kosong lainnya.

This is for the bullsht people
Ada yang mikir gue single karena gue belum move on... Aduh. Sumpah ini orang cuma hidup di dunia percintaan apa? Emangnya hidup gue cuma berputar di satu orang aja? Enggak kan? Emang sih ya kadang gue teringat sama orang-orang yang pernah gue suka ‘dulu’ tapi ya cuma inget aja. Enggak pake acara baper. Apalagi sampe nangis-nangis segala. Haha. Kalau orang-orang berpikiran cetek ya tiap hari begitu.

Makanya gue paling malas, atau mungkin langsung sensitif kalau ada orang yang bertanya tentang masalah percintaan gue. Karena jelas gue langsung ilfeel sampai ke akar-akarnya. Dan rasa ilfeel itu enggak cepat hilang semudah noda lumpur dicuci dengan Rinso. Enggak. Pasti gue bakalan ilfeel dan ujung-ujungnya makin gue puter-puter pertanyaan lo sampai mampus. Percayalah.

Gue juga bukan tipe orang yang terbuka, orang yang mudah curhat sama orang lain. Hmmm jelas itu bukan gue. Gue itu enggak gampang buat cerita urusan pribadi kayak gitu, apalagi ke orang yang baru kenal. Ke orangtua aja gue ogah, apalagi orang lain. SIAPA LO? Itu sih, tema utamanya.

Bahkan orang yang tau urusan percintaan gue itu cuma satu. Yap! Cuma satu orang dari seluruh manusia di dunia ini. Cuma dia yang tau kenapa gue masih single, masalah-masalah klasik tentang urusan hati gue selama ini, dll. Kenapa dia bisa tau? Karena gue ngerasa aman rahasia gue dipegang dia. Dia juga lebih dewasa dalam berpikir juga kasih nasihat, menurut gue. Omongan dia tuh bukan tipe-tipe yang kayak nyalahin orang gitu. Itu alasannya. 

Nih ya perkataan orang-orang  JAHAT TAK BERHATI NURANI DAN BERPERIKEMANUSIAAN kepada gue karena status gue. Sampe gue rangkum di bawah ini:

Kenapa sih lo enggak pacaran? Emangnya enggak laku apa? (Pikirin aja pacar lo yang cemburuan itu! Ngapain ngurusin gue?! Tahiks!)

Lo enggak bisa move on ya? (A*SHOLE)

Lo mau enggak gue kenalin? Daripada jomblo terus? (BUAT LU AJA SANAH! Padahal yang ngomong ini cowok :3)

Emangnya lo enggak boleh pacaran? Kayak anak kecil aja. (Lo kali yang kayak anak kecil, pikirannya dangkal)

Jangan-jangan lo lesbian ya? Makanya enggak suka cowok? (Ngomong enggak disaring kayak gini nih. Kotor kayak comberan got)

Lo mau apa jadi perawan tua?

Dan menurut gue ucapan terakhir itu bener-bener menyakiti hati gue yang terdalam. Padahal cuma gara-gara gue enggak pacaran di UMUR DUA PULUH MEN! BUKAN TIGA PULUH! Fck! Sht! #&#%$#76!!!!!!!

Emozeh banget gue.

Dan setiap ada yang bilang kalimat terakhir, selalu gue tanya balik “Oh jadi mau lu gue harus nikah sekarang gitu? Emang gue enggak pengen kuliah dulu? Emang gue enggak bahagiain orangtua dulu?”

Biasanya sih ada yang diem. Tapi ada juga yang ngeles. Minta dibegal banget dah sumpah.

Lagian emang enggak liat apa, di dunia luar umur menikah rata-rata berapa? Emangnya gue enggak nabung dulu apa? Emangnya bikin acara pernikahan enggak pakai duit? Emangnya mau hidup setelah nikah masih ngemis sama orangtua? Emangnya, emangnya, dan emangnya gue enggak suck-it hati dengar kata-kata lo?

Hemmmmm sebetulnya gue pernah sih. Saking keselnya sama ‘someone’ yang kebetulan doi itu perawan tua, gue menggumam gitu “Dasar perawan tua!” dan kayaknya itu imbas dari perkataan gue waktu itu kali ya. Tapi kan waktu itu gue lagi kesel, gimana dong -____-

TAPI MASALAHNYA yang gue katain itu fakta cuy! Dan gue dicap kayak gitu hanya karena gue enggak pacaran di usia gue!

Lo tau kan tahiks kucing?! Nah pengen gue jejelin itu ke muka pelaku saking keselnya! GRRRRRRRRRR

HAHAHAHA
Yang paling menjijikkan lagi kalau ada orang sok peduli sama urusan percintaan gue. Di saat itu, gue pengen bilang “Mind your own business!” tapi gue lagi ruwet. Jadi ya gue jawab semua pertanyaan itu dengan..

“Ya gitu.”

“Terserah gue lah.”

“Lah.”

“Paan si.”

“Ya udah si.”

“Hmm.”

“Oh.”

Alhasil, gue sendiri gumoh karena menjawab 12949732 pertanyaan dengan jawaban yang sama.

Satu hal lagi. Gue itu bukan muslimah yang baik. Jadi gue bukan penganut ta’aruf dan kerudung bercadar, atau sejenisnya. Gue tau gue masih suka celana jeans makanya gue pake itu kemana-mana. Gue tau gue enggak bisa lepas dari lipstik makanya gue enggak mau pake cadar. Gue juga sadar kalau gue sangat ‘insecure’ orangnya, makanya gue enggak mau ta’aruf. Mungkin suatu saat kalau gue ketemu yang udah ‘klik’ baru gue pacaran. Atau mungkin kalau pintu hati gue terbuka dan gue siap membuka hati, gue bisa juga pacaran. Tapi enggak sekarang. Bukan saat ini.

Otak gue masih pikirin adek-adek gue yang jumlahnya banyak dan masih suka minta perhatian. Belum lagi kedua orangtua gue. Terus kerjaan gue yang kayak ‘bloody hell’ (ala British). Atau urusan kuliah juga, karena kemungkinan gue harus nyari tempat kerja lagi yang bisa nerima anak kuliahan paro waktu.

Lo pikir itu mudah? Andai sehari bukan 24 jam mah mungkin cukup coy.

Dan setau gue sih beberapa ada yang jadi ‘perawan tua’ karena workaholic. Mereka sudah terbiasa sendiri, jadi pekerja keras dan sukses di karir, jadi menetapkan standar untuk pasangannya tinggi. Biasanya sih cowok-cowok juga mundur kalau tau ceweknya aja kayak gini kan? Oh ya, satu hal lagi. Biasanya cewek-cewek kayak gini tuh cakep-cakep. Serius deh.

Tentang istilah perawan tua.. sebetulnya gue heran, orang yang ngomong ini kok bisa tau doi perawan ya? Tau darimana sih? :3

Okelah. Sekian curhatku malam ini. Padahal niatnya bikin postingan band The Maine tapi kagak jadi. Keburu duluan sama topik ini. Lumayan lah. Uneg-uneg gue keluar semua.

You May Also Like

5 comments

Jangan malu-malu kalau mau comment. Feel free to share thoughts!
Kecuali buat para iklan-iklan enggak jelas, you're not welcome here.